Pancarkan.com
Pemerintahan

Gubernur Jatim Ingatkan Muslimat NU Tangkal Hoaks

NGANJUK, PETISI.CO – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengingatkan Muslimat NU menangkal hoaks dan ujaran kebencian yang semakin marak beredar di masyarakat. Tidak hanya beredar di perkotaan, tetapi sudah tersebar di perkampungan. Hal itu disampaiman Khofifah saat menghadiri Harlah ke-73 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Deklarasi Anti Hoaks dan Penandatanganan MoU antara Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI dengan PP Muslimat NU di Depan Masjid Desa Gempol, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Minggu (10/3/2019).

Dijelaskan, ada hal yang patut diwaspadai meluasnya hoaks dan ujaran kebencian. Contohnya, ada ibu-ibu di Jabar dari rumah ke rumah menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian. “Yang seperti ini tidak hanya di kota dan ini mengganggu integrasi bangsa,” ucapnya.

Salah satu upaya menangkal hoaks dan ujaran kebencian, menurutnya, adalah dengan melakukan MoU antara Menteri Kominfo RI Rudiantara dengan PP Muslimat NU. Kegiatan ini adalah forum pertama yang diselenggarakan Muslimat NU saat dirinya menjadi Gubernur Jatim.

“Ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian dari Menkominfo terhadap maraknya peredaran berita hoaks dan ujaran kebencian di perkampungan,” ujar mantan Menteri Sosial ini.

Pada kesempatan yang sama, Menkominfo RI Rudiantara mengatakan, beredarnya hoaks atau konten negatif ada berbagai macam jenisnya seperti berita palsu, fitnah dan ghibah. Sebagai contoh, yang punya informasi tidak senang, kemudian disebar-sebarkan itu tidak benar.

Tak hanya itu, lanjutnya, ada juga konten negatif yang berupa namimah atau sifatnya mengadu domba. Banyak di media sosial yang mengandung konten negatif.

“Namanya media sosial, seperti pisau yang bisa memotong sayur sebagai hal positif. Juga bisa menjadi hal negatif seperti menyakiti orang lain dengan hoaks, fitnah atau ghibah,” katanya.

Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menambahkan, Muslimat NU sangat luar biasa dari segi kemandirian dan gotong royong. Peran pemerintah membuat masyarakat berdaya, punya kemandirian dan kegotongroyongan. Bersama-sama membangun Nganjuk.

“Banyak hal yang bisa dilakukan bersama-sama antara Muslimat NU dan pemerintah. Muslimat NU Kabupaten Nganjuk jangan sampai kalah dengan Surabaya, Sidoarjo. Muslimatnya harus nomor satu. Sehingga apa saja bisa lakukan termasuk pendidikan,” tuturnya.

“Mari bersama-sama, Muslimat bisa mengelola pendidikan, mengelola kemandirian. Agar masyarakat semakin berdaya. Membawa Kabupaten Nganjuk yang maju dan bermartabat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, telah dilakukan pembacaan naskah Deklarasi Anti Hoaks, Fitnah dan Ghibah oleh PC Muslimat NU Kabupaten Nganjuk. Selain itu, Gubernur Khofifah dan Menkominfo Rudiantara juga menyerahkan sembako kepada 150 keluarga pra sejahtera. (bm)

The post Gubernur Jatim Ingatkan Muslimat NU Tangkal Hoaks appeared first on Petisi.

Sumber Berita : PETISI

Related posts

Kenalkan Potensi Daerah Bakorwil III Malang dengan Lomba Foto Millenial

redaksi

Rekomendasi LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2018 Diterima Wakil Bupati Jember

redaksi

Kajati Jatim Paparkan Pentingnya Inovasi Berkelanjutan untuk Kejaksaan RI

agus petisi