Pancarkan.com
Pemerintahan

Gubernur Khofifah Instruksikan OPD Tangani Daerah Terdampak Banjir

SURABAYA, PETISI.CO – Pasca bencana banjir di beberapa daerah, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menginstruksikan kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jatim terlibat langsung menangani daerah terdampak banjir.

Gubernur menjawab pertanyaan awak media

“Ini penting dilakukan untuk mempercepat
pemulihan dampak yang diakibatkan banjir, khususnya pada 15 daerah di Jatim,” kata Khofifah kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (8/3/2019).

Lima belas daerah di Jatim yang terdampak banjir tersebut yaitu Madiun, Magetan, Pacitan, Ngawi, Trenggalek, Nganjuk, Tulungagung, Kediri, Blitar, Bojonegoro, Gresik, Sidoarjo, Probolinggo, Bojonegoro dan Tuban.

“OPD di Pemprov Jatim harus ikut menangani bencana banjir dan berkoordinasi aktif dengan pemda setempat, agar mempercepat pemulihan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat yang mendesak,” tambahnya.

Dijelaskan, tugas tiap-tiap OPD telah ditentukan untuk kegiatan tanggap darurat atas bencana yang terjadi pada 15 daerah di Jatim. Rinciannya, Dinas PU Bina Marga Jatim dan BPBD Jatim menangani daerah Pacitan, Madiun, Magetan dan Ngawi.

Kemudian, daerah Trenggalek dan Nganjuk ditangani oleh Dinas PU SDA dan Dinas ESDM Jatim. Daerah Tulungagung, Kediri, dan Blitar ditangani oleh Dinas Pertanian, Perikanan, Peternakan, dan Perkebunan Jatim.

Untuk daerah Sidoarjo, Gresik dan Probolinggo menjadi tanggung jawab Dinas Koperasi dan UMKM Jatim dan Disperindag Jatim. Sedangkan daerah Bojonegoro dan Tuban menjadi tanggung jawab Dinas Perhubungan Jatim.

“Penanganan fasilitas pendidikan pada 15 kabupaten terdampak banjir dilakukan oleh Dinas Pendidikan Jatim. Penanganan terhadap fasilitas kesehatan menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan Jatim,” paparnya.

Khusus untuk kebutuhan pembagian sembako pada 15 kabupaten terdampak banjir menjadi tanggung jawab BPBD, Dinas Sosial Jatim dan Biro Kesos Setdaprov Jatim. Untuk sembako harus diupayakan agar bisa sampai pada masyarakat yang paling terpencil.

“Jika tidak dapat diakses oleh transportasi kendaraan maka menggunakan perahu karet dibantu oleh relawan pada daerah terdampak banjir,” tegas Khofifah yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Menteri Sosial pada Kabinet Kerja.

Menurutnya, pendataan secara akurat akan terus dilakukan terhadap kerugian yang dialami oleh masyarakat. Disamping itu, kerugian terhadap pertanian, perkebunan dan peternakan juga akan terus didata oleh dinas terkait yaitu Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan Perkebunan serta Dinas Perikanan dan Kelautan Jatim.

Bagi masyarakat yang usahanya menggunakan kredit maka akan dilakukan pendataan yang akurat sehingga nanti bisa dikoordonasikan dengan perbankan untuk mendapatkan keringanan untuk penyelesaiaannya dan dapat diberikan kredit baru untuk melanjutkan usahanya.

“Kepala OPD harus terus berkoordinasi dengan saya, pak Wagub dan pemda setempat, serta menyiapkan solusi penanganannya agar masyarakat dapat segera bangkit dan ekonominya tetap berjalan baik,” ucapnya. (bm)

The post Gubernur Khofifah Instruksikan OPD Tangani Daerah Terdampak Banjir appeared first on Petisi.

Sumber Berita : PETISI

Related posts

Shalawatan Bersama Bupati Jember, Jadi Ajang Silaturahmi

redaksi

Gubernur Khofifah Promosikan Produk OPOP

redaksipancarkan

Musrenbang Kecamatan Cerenti Dibuka Bupati Mursini

redaksi