Pancarkan.com
Peristiwa

Dua WNA Dipastikan Tidak Masuk DPT Dalam Pemilu 2019

SITUBONDO, PETISI.COSekarang gencarnya terkait WNA memiliki kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP), akhir bulan Februari sempat membuat heboh seluruh negeri karena menjadi topik hangat seputar pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Ternyata hebohnya terkait E-KTP warga asing pun juga menyebar di Kabupaten Situbondo. Sehingga kepemilikan E-KTP pada dua WNA yang ada di Situbondo sempat disorot oleh beberapa tokoh perwakilan masyarakat di Situbondo.

Menanggapi hal tersebut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Situbondo, Marwoto,SE membenarkan adanya penemuan E-KTP yang dimiliki oleh dua warga negara asing, Senin (11/3/19).

Marwoto mengatakan, setelah mendapat informasi langsung dilakukan koordinasi data dan memang ditemukan dua E-KTP atas warga WNA di wilayah Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan. “Tapi kami tegaskan jika kedua orang ini tidak masuk dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) dalam kata lain tidak memiliki hak suara dalam pemilu 2019. Karena Ketentuan hukum yang berlaku syarat sebagai pemilih salah satunya berstatus Warga Negara Indonesia,” jelas Marwoto.

Keberadaan dua warga negara asing tersebut sudah lama berada di Pasir Putih sebagai salah satu tenaga ahli sebuah perusahaan. ”Bahkan dalam pemilu – pemilu sebelumnya seperti Pilkada, keduanya memang tidak pernah masuk DPT, dan hasil koordinasi KPU dengan Dukcapil Kabupaten Situbondo tidak ada masalah dalam kepemilikan E-KTP,” katanya lebih lanjut.

Ketentuan WNA memiliki E-KTP menurut Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh dalam jumpa persnya pada akhir Februari 2019 sudah diatur dalam Pasal 63 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan wajib membuat KTP Elektronik. (sun)

The post Dua WNA Dipastikan Tidak Masuk DPT Dalam Pemilu 2019 appeared first on Petisi.

Sumber Berita : PETISI

Related posts

Kandang Sapi Terbakar, Rumah Warga Ponorogo Ludes

Ratusan Kades di Bondowoso Protes dan Demo Pemkab

Hujan Deras Tenggelamkan 300 Rumah di Desa Petapahan Gunung Toar

redaksi