Keluarga di Era Digital: Dekat Meski Dikelilingi Gadget

oleh
Pembicara ketika menyampaikan materinya

Surabaya, pancarkan.com  – Alumni Psikologi Universitas Airlangga (Apsilangga) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Keluarga vs Gadget: Masih Bisa Dekat?” di Aula Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Sabtu (30/5).

Seminar ini  program perdana pengurus Apsilangga 2025–2030 dan diikuti sekitar 250 peserta secara hybrid.

“Seminar digelar sebagai respons terhadap berbagai tantangan yang dihadapi keluarga di era digital dan kecerdasan buatan (AI).  Mulai  menurunnya kualitas interaksi keluarga akibat penggunaan gawai, perbedaan pola komunikasi antar generasi, hingga meningkatnya tekanan psikologis yang dipicu oleh intensitas penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, “ kata Ketua Apsilangga, Dr. Ikhsan, S.Psi., M.M., CGCAE dalam sambutannya.

Lebih lanjut Ikhsan mengatakan, mengangkat tema relasi keluarga, komunikasi lintas generasi, dan kesehatan mental, kegiatan ini juga menyoroti sejumlah fenomena sosial yang berkembang di masyarakat, seperti technoference atau gangguan interaksi keluarga akibat penggunaan teknologi, sharenting di media sosial, serta meningkatnya risiko isolasi sosial pada kelompok lanjut usia.

“Seminar ini dirancang sebagai ruang dialog yang tidak hanya berbasis kajian ilmiah, tetapi juga dekat dengan persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari,” tegasnya.

Teknologi menurutnya sudah memasuki ruang paling intim dalam kehidupan kita, yaitu keluarga. “ Tantangannya bukan menolak teknologi, melainkan memastikan keluarga tetap menjadi ruang yang aman, manusiawi, adaptif, dan tangguh menghadapi perubahan zaman,” ujarnya.

Menurut Ikhsan, keluarga saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Karena itu, masyarakat perlu memperoleh pemahaman dan strategi yang tepat agar kualitas hubungan antaranggota keluarga tetap terjaga di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Para pembicara, peserta, dan panitia seminar berfoto bersama

“Melalui seminar ini, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang ilmiah sekaligus aplikatif sehingga peserta mendapatkan wawasan dan strategi praktis untuk membangun relasi keluarga yang sehat di era digital,” tambahnya.

Dalam seminar tersebut, Apsilangga menghadirkan tiga narasumber dari bidang psikologi dan pendidikan.

Narasumber pertama, Dr. Dewi Retno Suminar, membahas isu kesehatan mental lansia dan tantangan yang dihadapi Generasi Sandwich. Sementara itu, Josephine M.J. Ratna mengulas pentingnya dukungan keluarga bagi individu berkebutuhan khusus serta upaya mencegah caregiver burnout.

Ada pun sesi ketiga menghadirkan Watiek Ideo yang membahas komunikasi dan penguatan ikatan emosional antar generasi dalam keluarga.

Penyelenggaraan seminar ini juga didasari sejumlah data yang menunjukkan perubahan sosial di Indonesia.

Data APJII tahun 2025 mencatat sebanyak 80,66 persen penduduk Indonesia telah terhubung dengan internet. Di sisi lain, data BPS menunjukkan 11,97 persen populasi Indonesia merupakan kelompok lanjut usia, yang menandakan Indonesia telah memasuki fase aging population.

Sementara itu, survei Litbang Kompas tahun 2022 mencatat sekitar 67 persen responden mengaku menjadi bagian dari Generasi Sandwich.

Melalui seminar nasional ini, Apsilangga berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kualitas hubungan keluarga di tengah derasnya arus digitalisasi. Selain menjadi wadah berbagi pengetahuan, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan solusi praktis bagi keluarga Indonesia dalam membangun komunikasi yang sehat, harmonis, dan berkelanjutan.

Apsilangga sendiri merupakan organisasi alumni Fakultas Psikologi Universitas Airlangga yang aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan pengembangan keilmuan, advokasi sosial, dan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan psikologis masyarakat Indonesia.

Seminar nasional ini menjadi salah satu bentuk komitmen organisasi dalam menghadirkan edukasi yang relevan dengan tantangan sosial kontemporer. (cah)

No More Posts Available.

No more pages to load.