3.291 Hektar Lahan Tanaman Pangan dan Hortikultura Rusak Akibat Erupsi Gunung Bromo

168 views

SURABAYA, PETISI.CO – Sekitar 3.291 hektar lahan tanaman pangan dan Hortikultura mengalami kerusakan akibat erupsi Gunung Bromo yang terjadi pada pertengahan Maret hingga April 2019. Total kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 8.990.400.

“Dari data yang kami sampaikan, ada 3,291,42 hektar lahan tanaman sawah dan Hortikultura mengalami kerusakan akibat erupsi Gunung Bromo 2019. Lahan seluas itu berada di Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan dan Lumajang,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, Hadi Sulistyo kepada wartawan di Surabaya, Rabu (10/4/2019).

Berdasar data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, 3.291,42 hektar lahan tanaman sawah dan Hortikultura yang mengalami kerusakan itu, berada di tiga Kabupaten. Dampak terbesar terjadi di kab Pasuruan, sebanyak 2.322,92 ha lahan yang rusak. Disusul kab Probolinggo 902,5 ha dan kab Lumajang 66 ha.

Di kab Pasuruan, 2.322,92 ha lahan yang rusak merupakan komoditas Kentang, Kubis dan Pare. Lahan itu berada di Kecamatan Tosari. Namun, tidak ada kerugian berupa uang, karena keadaan tanaman bisa diatasi dengan dilakukan penyiraman dan dampak hujan setelah terjadinya erupsi. Sehingga, debu yang ada di permukaan daun bisa bersih.

Sedangkan 902,5 ha lahan yang rusak di kab Probolinggo, terjadi di kec Sukapura dan Sumber, dengan komoditas kentang, wortel, jagung, sawi, cabe merah, tomat dan kubis. Total kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 7.810.400

Sementara, 66 ha lahan di kab Lumajang yang rusak terjadi di kec Senduro, dengan komoditas kentang, kubis dan sawi. Total kerugiannya sebesar Rp 1.180.000. “Dampak besar erupsi gunung Bromo terhadap tanaman holtikultura, karena berada di sekitar kawah gunung,” ujarnya.

Menurutnya, tak semua tanaman holtikultura kena dampak. Jika hujan turun, tanaman itu masih bisa hidup. Sebaliknya, lama hujan tidak turun, karena tertutup abu vulkanik, maka tanaman itu bisa mati. “Data teman-teman di lapangan menyebutkan tanaman itu masih bisa diselamatkan,” ungkapnya.

Beda dengan lahan tanaman pangan, Hadi menyebut dampaknya kecil sekali, khususnya padi. Karena tanaman padi biasanya di dataran rendah, seperti di Lumajang, Pasuruan dan dataran Bromo.

“Khusus tanaman holtikultura tidak ada ganti rugi. Kita hanya mengupayakan bagaiman bisa mengurangi dampak kerugian yang lebih besar, karena tanaman holtikultura itu, bukan seperti program tanaman padi yang ada asuransinya,” jelasnya. (bm)

The post 3.291 Hektar Lahan Tanaman Pangan dan Hortikultura Rusak Akibat Erupsi Gunung Bromo appeared first on Petisi.