JNE-IFS dan UPZISNU Sidoarjo Bagikan 1.000 Paket Makanan

71 views

Relawan sedang membagikan makanan ke warga

Sidoarjo, Pancarkan.com – Gerakan Berbagi Pangan Dunia dalam program Indonesia Food Share (IFS) semakin meluas ke berbagai daerah di Indonesia. Kali ini, JNE-IFS membagikan paket makanan berupa nasi boks bekerja sama dengan Unit Pengumpul Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) Desa Kedungrejo, Sidoarjo, Jawa Timur.

Pembagian 1.000 nasi kotak kepada kaum dhuafa ini berlangsung di daerah Sidoarjo pada Minggu 10 Januari 2021. Pembagian tersebut terbagi dalam lima titik yang salah satunya di dekat Pasar Desa Kedungrejo hingga wilayah Jalan Raya Utama Ahmad Yani, Sidoarjo. Agenda kolaborasi ini bertema Merdeka dari Kelaparan.

Ketua UPZISNU Kedungrejo Ahmad Syafii mengatakan, agenda pembagian 1.000 paket makanan berupa nasi kotak ini merupakan inisiasi UPZISNU Desa Kedungrejo bersama Indonesia Food Share atau IFS.

“Jadi pembagian nasi kotak ini adalah bentuk kerja sama UPZISNU dan IFS untuk Gerakan Berbagi Pangan,” kata Syafii. Kegiatan tersebut membutuhkan persiapan waktu sekitar satu minggu.

Lebih lanjut, Syafii menjelaskan, agenda berbagi makanan ini berlangsung selama dua jam yang berjalan lancar dan tanpa hambatan. “Alhamdulillah lancar, dan saya berharap makanan yang kita bagikan dapat bermanfaat bagi yang menerima,” katanya.

Sementara itu, Fundraising Director Indonesia Food Share (IFS) Ade Permana mengatakan, Gerakan Berbagi Pangan Dunia dideklarasikan sejak 17 Agustus 2020 dengan spirit Merdeka dari Kelaparan.

“Di tengah pandemi dan resesi seperti ini, potensi bahaya yang mengancam masyarakat miskin adalah kelaparan. IFS terus bergerak mengajak kita semua untuk peduli dan berbagi rezeki agar saudara-saudara kita jangan sampai ada yang kelaparan,” kata pria yang akrab disapa Gus Ade ini.

IFS mengumpulkan donasi dan membelanjakan hasil donasi di UMKM kemudian bekerja sama dengan sahabat-sahabat relawan dari berbagai komunitas untuk membagi-bagikan makanan bagi mereka yang membutuhkan. “Gerakan sosial IFS ini menjadi akselerator perekonomian. Di sisi lain, menjaga mereka yang hidupnya masih kekurangan untuk terhindar dari bahaya kelaparan,” kata Gus Ade.(sip)