BNN Kota Surabaya Gelar Award Surabaya Bersinar 2020

108 views
Suroboyo Wani Lawan Narkoba di Pakal

BNN Kota Surabaya menggelar sosialisasi bahaya narkotika dengan tema Award Surabaya Bersinar 2020
di Aula Kantor Kecamatan Pakal Surabaya

Surabaya, Pancarkan.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya, menggelar kegiatan sosialisasi tentang bahaya narkotika dengan tema Award Surabaya Bersinar 2020, yang artinya bahwa “Suroboyo Wani Lawan Narkoba”.

Acara tersebut digelar di Aula Kantor Kecamatan Pakal Surabaya, Kamis (16/1/2020).

Hadir pada kegiatan tersebut, Kepala BNN Kota Surabaya AKBP Kartono SH, M.Hum, Camat Pakal Tranggono Wahyu Wibowo SSTP, M.Si, Danramil 0830/06 Benowo Mayor Inf. Hendi Eko Yono, Kapolsek Pakal Kompol Khoiril S.Pd, MH, beserta para tokoh agama dan tokoh masyarakat Pakal.

Camat Pakal Tranggono Wahyu Wibowo, dalam sambutannya menyampaikan, kalau di Kecamatan Pakal terdapat 4 kelurahan yang total penduduknya mencapai 57 ribu, separuh dari itu berada di Kelurahan Babat Jerawat.

“Terkait dengan antisipasi bahaya narkoba di Pakal ini selalu disampaikan ke warga, baik oleh bapak Kapolsek dan juga bapak Danramil, disini kita ada satu program rutin yaitu cangkrukan tiga pilar. Agar warga kecamatan Pakal tidak larut dengan bahaya narkoba, karena hampir di seluruh wilayah kerja Polsek se Surabaya ini rata – rata tahanan paling banyak adalah pengguna narkoba,” ujar Camat.

Oleh sebab itu, lanjut camat, temen-temen dari BNN berinisiatif untuk melaksanakan kegiatan ini, dengan harapan nanti seluruh masyarakat kota Surabaya anak – anak kita, dan generasi – generasi penerus kita bisa terbebas dari bahaya narkoba.

Selanjutnya, Kepala BNN Kota Surabaya AKBP. Kartono SH, M.Hum, menjelaskan, bahwa pihaknya berkeliling melakukan sosialisasi di wilayah kecamatan-kecamatan se Kota Surabaya, dengan membawa tema Award Surabaya Bersinar 2020 “Suroboyo Wani Lawan Narkoba”.

“Kalau TNI sangat konsisten tiga bulan sekali tes urine, terakhir kemarin dengan Kodim Surabaya Utara. Bahkan Dandimnya minta alat tes urin sendiri dan saya tanya minta berapa. Mereka akan tes urine sendiri kepada anggotanya, begitu terbukti proses disiplin adalah dipecat,” ungakap Kartono.

Mudah-mudahan, lanjut Kartono, hal ini adalah satu cermin contoh dan teladan dalam rangka pemberantasan narkoba.

Kemudian saya membuat terobosan inovasi Suroboyo Wani Lawan Narkoba, karena hal ini merupakan perintah dari pimpinan dan cegah berita hoax, carilah relawan penggiat narkotika selain dari Forkominda.

“Aparatur pemerintah adalah masyarakat, karena apa, jumlah penduduk Surabaya itu ada 2,9 juta, kita ambil contoh yang kecil saja Polsek jumlahnya 60, Koramil 15, untuk kecamatan 38, jadi totalnya kurang lebih seratus. Sedangkan BNN Provinsi dan kota Surabaya jumlahnya 100 personil atau kurang lebih 150 dan penduduknya 3 juta, berarti satu banding 200,” ungkapnya.

Maka pertanyaannya, lanjut AKBP. Kartono, mampukah aparatur pemerintah untuk pengawasan penertiban seluruh komponen masyarakat di Surabaya, terdiri dari 131 kecamatan, 154 kelurahan dan 9.741 rt. Pihaknya mengaku di BNN ini baru enam bulan, yang mana sebelumnya di Polda Jatim sebagai Polisi.

Menurutnya, selama 6 bulan di BNN ada 250 korban itu pengguna narkotika jenis sabu semuanya, ada yang usia 8 tahun juga sudah berani menggunakan narkotika, jadi bapak ibu sekalian kenapa yang diundang itu Lurah dan tokoh tokoh ormas dan LSM karena harapan kami bapak ibu sekalian dan Muspika ini yang mewakili seluruh masyarakat,

“Nanti penjenengan tindaklanjuti kumpulkan rt rw dan kapan ngundang kita, dan saya bersama dengan tim dokter paramedis siap memberikan dampak bahaya narkotika. Kalau terkait dengan peredaran saya rasa pak Kapolsek sudah hebat karena saat ini di Rutan Medaeng itu sudah nolak nolak ada hampir 5000 tahanan itu hampir 3000 nya lebih adalah penyalahgunaan narkotika, belum yang di Porong, Madiun, Pamekasan di Jawa Timur saja hampir kurang lebih bisa bisa 15 ribu penyalahgunaan narkotika,” terang Kepala BNN Kota Surabaya ini.

Hal ini juga menjadi tugas seluruh warga masyarakat, kata AKBP. Kartono, setelah road show ini. Saya ini sudah di sembilan kecamatan muter – muter rame dengan TNI Polri, dan seluruh komponen pemerintah kota Surabaya bertekad.

“Jangan sampai Surabaya ini dijajah dan lawan sama narkotika. Kejahatan yang paling mengancam negara ini satu adalah narkotika,” tegas Kepala BNN Surabaya AKBP. Kartono SH, M.Hum.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolsek Pakal Kompol M. Khoiril S.Pd, MH, mengucapkan, terima kasih atas kehadiran dari BNN kota Surabaya dan para tokoh serta ormas diwilayah Pakal, sehingga hari ini dapat bersilaturahim. Mudah mudahan silaturahmi ini membawa berkah buat kita semuanya.

“Saya mohon maaf karena memang minta waktu sebentar, terkait dengan narkoba ini sangat penting sekali artinya kita harus betul betul paham, walaupun nanti materi yang akan disampaikan kita semua harus menghindari penyalahgunaan narkoba, saya masuk ke sini satu bulan setengah dan tahanan saya itu lima belas, tapi tiga belasnya penyalahgunaan narkoba,” terang Kapolsek

Jadi mohon kiranya nanti, kata Kapolsek, didengarkan bener bener terkait dengan bahaya daripada penyalahgunaan narkoba dan informasi dari bapak ibu sekalian kami sangat memerlukan, manakala nanti ada penyalahgunaan narkoba langsung aja untuk memudahkan informasi.

“Maka saya akan kenalkan aplikasi Jogo Suroboyo, saya sedikit menyampaikan terkait dengan aplikasi Jogo Suroboyo yang mana aplikasi ini untuk memudahkan dan di situ ada pengaduan, pelayanan semua fungsi. Diantaranya, Binmas, Lantas, dan sabhara, biasanya yang sering bapak ibu sekalian komunikasi adalah di Lantasnya, terkait pengurusan sim juga skck dan lain sebagainya,” jelas Kompol Khoiril.

Terlebih lagi, tambah Kapolsek, terkait dengan pengaduan, jika di kanan kiri bapak ibu sekalian kok ada diduga penyalahguna narkoba misalnya, bisa langsung diadukan melalui aplikasi tersebut.(*)

Reporter: Bachtiar