Gubernur Khofifah Pastikan Stok dan Harga Bahan Pokok Aman dan Stabil

93 views

Gubernur Khofifah sidak ke pasar tradisional

Surabaya, Pancarkan.com – Menghadapi libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2020, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim melakukan peninjauan di  dua pasar yakni Pasar Tambakrejo Surabaya dan Pasar Larangan Sidoarjo, Selasa (24/12/2019).

Usai meninjau kedua pasar tersebut, Khofifah memastikan bahwa stok  bahan pokok di Jawa Timur dalam keadaan aman dan harga relatif  stabil. Ia meminta masyarakat jangan ada yang menimbun  dan khawatir meskipun ada sedikit kenaikan harga di beberapa komoditas seperti bawang merah.

“Pertama, stok bagan pokok  aman, itu penting, yang kedua sebagian besar  harga bahan pokok  stabil. Jika ada kenaikan satu sampai dua ribu perkilogram telur ayam dan daging ayam ras tetapi harganya masih masuk kategori dalam harga eceran tertinggi,” tegasnya usai melakukan peninjauan ke beberapa penjual di kedua pasar tersebut.

Menurutnya, meskipun harga bawang merah mengalami kenaikan sebesar Rp. 2-3 ribu rupiah per kg, masyarat diminta tidak khawatir dan tidak menimbun stok. Hal ini dikarenakan posisi stok bawang merah masih aman dan mencukupi.

Ia pun menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa timur tidak akan mengizinkan impor bawang merah masuk  pasar Jawa Timur  karena suplai akan tetap dipasok dari Nganjuk dan Probolinggo. Apalagi pada bulan Januari 2020 akan ada panen di dua daerah penghasil bawang merah tersebut.

“Meskipun ada kenaikan saya tegaskan pemprov  tidak akan mengizinkan adanya  bawang merah impor masuk Jatim. Karena sudah ada  solusi untuk mengatasinya. Nanti kalau misalnya kita membutuhkan tambahan kita akan meminta disuplai dari beberapa titik misalnya Brebes Jawa Tengah dan NTB,” terangnya.

Gubernur yang baru saja mendapatkan penghargaan sebagai pemimpin perubahan ini menjelaskan bahwa kenaikan harga bawang merah disebabkan oleh meningkatnya permintaan, sementara suplainya justru berkurang. Hal ini dikarenakan pengaruh dari musim hujan sehingga produksinya mengalami penurunan.

“Kalau sudah memasuki musim hujan ada kecenderungan demand-nya tetap tapi suplainya berkurang. Ditambah pada peak season seperti ini yakni menghadapi liburan  Natal dan Tahun Baru memang ada kecenderungan demand meningkat, suplainya cenderung berkurang,” ujarnya.(hms)