Festival Budaya Agraris untuk Menggali dan Promosikan Budaya

79 views

Sinarto sambutan di avara Festival Budaya Agraris

Ngawi, Pancarkan.com – Untuk menggali dan mempromosikan budaya, khususnya di wilayah agraris, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi  menyelenggarakan kegiatan Festival Budaya Agraris di akhir bulan November 2019.

“Untuk daerah pesisir utara, kita memiliki event FKPU (Festival Kesenian Pesisir Utara). Sedangkan untuk daerah pesisir selatan, kami memiliki event FKKS (Festival Kesenian Kawasan Selatan). Sebab itu, untuk memfasilitasi daerah di luar kawasan pesisir utara maupun selatan, dilaksanakanlah even Festival Agraris,” kata Kadisbudpar Provinsi Jatim, Sinarto dalam siaran persnya, Kamis (28/11/2019).

Dijelaskan, pada tahun ini, kab Ngawi diberikan kehormatan sebagai tuan rumah untuk launching kegiatan ini. Festival ini beranggotakan 16 kabupaten/kota yang berada di wilayah agraris Jatim.

Enam belas kab/kota itu, Di antaranya kabupaten dan kota Madiun, kab dan kota Kediri, kab dan kota Mojokerto, Nganjuk, Jombang, Ngawi, Magetan, Bojonegoro, kota Batu, kota Blitar, Bondowoso, kota Malang dan Ponorogo.

Pada tahun ini, mengangkat tema Dewi Cemara (Desa Wisata Cerdas Maju Sejahtera). Sedangkan, untuk tahun depan rencananya akan dilaksanakan di Kota Batu. “Kegiatan ini akan secara bergilir dari tahun ke tahun dilaksanakan di kab/kota peserta festival budaya agraris,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan dimulai dari pembukaan pada tanggal 28 November di Benteng Van den Bosch, berupa pagelaran seni pertunjukan sampai dengan 30 Nopember 2019.

Kemudian, sarasehan budaya pada tanggal 29 November di Gedung Kesenian Ngawi serta diselenggarakan juga pameran produk seni budaya dan pariwisata dari tanggal 28-30 Nopember 2019 di halaman Benteng Van den Bosch.

“Kegiatan ini menjadi kegiatan rintisan sebagai sarana revitalisasi budaya, khususnya di kawasan agraris. Ini sebagai sarana promosi budaya daerah, dan menjadi ruang kreasi bagi insan budaya dan seniman di Jatim,” paparnya.

Dalam rangkaian acara pembukaan malam ini juga disuguhkan pula sajian spesial, fashion batik yang menggambarkan pesona budaya masing-masing kabupaten/kota.

“Harapannya kegiatan ini akan menjadi agenda rutin pemprov Jatim, sehingga selain menjadi ajang kreasi bagi seniman, juga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Provinsi Jawa Timur,” pungkasnya. (bm)