BP2D Luncurkan 44 Inovasi Perpajakan

54 views

MALANG, PETISI.CO – Inovasi dan gebrakan terus digencarkan Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang. Kali ini BP2D menerbitkan sebuah buku berjudul “44 Jurus Inovasi Pajak Daerah Kota Malang.”

Buku dengan jumlah 44 bab dan 109 halaman ini berisikan berbagai terobosan dan inovasi yang digeber BP2D dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli dlDaerah (PAD) Kota Malang.

“Buku ini merupakan pengembangan dan inovasi baru dari 40 jurus BP2D yang pernah dipublikasi tahun 2017 lalu dan dilengkapi dengan video,” ujar Ade Herawanto, Kepala BP2D kota Malang, Minggu (3/3/2019) di salah satu lokasi di Jl. Tangkuban Perahu, Kota Malang.

Ditambahkan Ade, buku tersebut bukan merupakan puncak dari pihaknya karena akan banyak inovasi-inovasi lain yang dilakukan pihaknya.

“Disamping itu, buku dan video tersebut bukan hanya sekedar melaporkan segar transparan tentang berbagai kegiatan terobosan dibidang pelayanan perpajakan daerah kepada masyarakat. Selain memperkuat jaringan di lima Kecamatan yang ada, juga mengedukasi masyarakat tentang sistem perpajakan daerah. Lebih dari itu BP2D juga bisa menginspirasi pemerintah daerah lainnya, seni bus sharing ilmu terkait inovasi-inovasi yang dapat diterapkan untuk menggenjot PAD dari sektor pajak,“ ungkap pria yang akrab dipanggil Ade d’Kross ini.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji mengapresiasi diluncurkanya buku tersebut tersebut.

“Tidak hanya BP2D semua UPTD harus memiliki inovasi, bahkan diharapkan kedepan one OPD, one innovation begitu juga setiap bidang satu inovasi minimal,” ujarnya, saat memberikan sambutan.

Dan BP2D telah melakukan banyak inovasi, tentu saja dengan tujuan yang baik yakni mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance.

“Karena dengan pemerintah yang baik, pelayanan pada masyarakat dapat memaksimalkan pelayanan di samping target pendapatan dari sektor pajak,” imbuh Sutiaji.

Terkait target, Walikota Malang mengaku sangat tertantang dengan celoteh Chairul Tanjung (CT) bos dari ritail ”Transmart”.

“Saya merasa tertantang saat pak CT mengaku heran dengan target Rp 1,5 Trilyun, beliau menyatakan target tersebut sangat kecil tentu saja kota Malang yang tengah berkembang seperti Surabaya dapat mendulang pajak hingga Rp.5 Trilyun,” ungkapnya, sembari menirukan omongan CT.

Tentu saja target tersebut akan meningkat seiring dengan target Rp 1,5 T yang di targetkan melalui lelang jabatan.

“Kita optimis 2030 target Rp 5 Trilyun akan tercapai dan semuanya digunakan untuk pembangunan kota Malang,” tambah Sutiaji.

Hadir juga dalam acara tersebut, kepala Direktor Jendral Pajak (DJP) Jatim III Ruddy Bastari, Ketua DPRD Kota Malang, Bambang Heri Susanto. (ris/eka)

The post BP2D Luncurkan 44 Inovasi Perpajakan appeared first on Petisi.