Diduga Tidak Sesuai Bestek, Dinding TPT Ambrol

307 views

BONDOWOSO, PETISI.CO – Diduga tidak sesuai bestek, dinding Tembok Penahan Tanah (TPT) dengan ketinggian 2, 80 meter di jalan Kampung Mangir, Rt 14 RW 04, Desa Wonosari, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, ambrol. Akibatnya, akses jalan menuju Kampung tersebut, terancam terputus.

Dari total panjang TPT sekitar 74 meter, 20 meter di antaranya ambrol. Longsoran setidaknya menghabiskan badan jalan selebar satu meter dari total dua puluh meter.
Seorang warga Kampung Mangir, inisial TR (35) menuturkan, bahwa ambrolnya dinding TPT tersebut, disebabkan oleh karena pihak Tim Pengelola Kegiatan (TPK) selaku pelaksana tidak menyesuaikan pengerjaannya dengan rencana analisa pembangunan.

“Saya dan warga di sini heran kenapa dinding TPT jalan bisa ambrol. Apalagi, pembangunannya baru hampir finishing,” ungkapnya, Kamis (6/12/2018).

Seraya mengimbuhkan, ketidaksesuaian proses pengerjaan dinding TPT ini, warga meminta kepada Inspektorat Kabupaten Bondowoso, untuk melakukan pengauditan.

“Jika tidak dilakukan semacam pengauditan, kualitas bangunan yang ada tidak mungkin tahan lama, kasihan masyarakat. Tapi tolong nama saya jangan dipublikasikan,” pintanya.

Sayangnya Kepala Desa (Kades) Wonosari, Henus Marsuki, sebagai pengguna anggaran, belum bisa dikonfirmasi terkait kejadian ini. Untuk diketahui, ambrolnya bangunan dinding TPT tersebut, diduga bukan karena faktor alam melainkan dikerjakan ‘asal asalan’. Sebab, komposisi bahan materialnya, diduga tidak sesuai dengan spesifikasi. Seperti halnya, batu yang digunakan, bukan batu kali, melainkan batu gunung yang berlapis tanah. Tak hanya itu, campuran adukan spesi, yang terdiri dari semen (pc) dan pasir, terkesan tidak seimbang, tidak ubahnya dengan clay, patut disinyalir tidak sesuai bestek. (latif)

Dinding TPT Ambrol