Diusir Paksa Oknum Kecamatan, Pemilik Warung Butuh Bantuan

291 views

SITUBONDO, PETISI.CO – Nasib malang dialami  Bu Agus, pemilik warung yang sudah belasan tahun ditempatinya untuk menyambung hidup. Bagaimana tidak, kini Bu Agus didatangi oknum staf kecamatan, meminta paksa supaya Ny Agus membongkar warungnya untuk pindah, dan berjanji memberi ganti rugi Rp 10 juta.

Padahal, tanah yang ditempati warung  Bu Agus itu diduga tanah negara. Tetapi, kenapa tiba-tiba dikleim milik Ed  oknum pegawai kecamatan itu. Malah, oknum itu mengaku sudah mengantongi SPPT dari BPN (Badan Pertanahan Nasional).

“Saya didatangi 3 orang, dipaksa membongkar warung, alasannya warung tersebut sudah milik saudara Edi, salah satu oknum pegawai kecamatan, bahkan dia mau memberi saya uang Rp 10 juta, asal saya bongkar,” paparnya Bu Agus sambil menangis.

Ia mengatakan, dirinya sudah belasan tahun buka warung serta berjualan disini, “Saya sudah 14 tahun, mengapa baru sekarang disuruh bongkar, ini sumber pendapatan saya setiap hari, saya berharap ada yang membantu,” tuturnya.

Ketua Umum LSM Siti Jenar (Situbondo Investigasi Jejak Kebenaran) Eko Febrianto yang juga berada di lokasi, sangat geram dan menyayangkan atas perbuatan oknum kecamatan tersebut.

Bahkan, dirinya akan mengawal agar tidak sampai adanya penggusuran atau pembongkaran warung tersebut, karena tanah tersebut masih belum jelas milik siapa, yang diketahui tanah tersebut milik negara.

“Saya sangat kecewa kepada oknum tersebut,  saya sudah mengirimi surat kepada Bupati, BPN, bahkan camat sampai kepala desa, untuk permohonan pemberhentian proses peralihan hak atas tanah negara menjadi hak milik,” kata Eko.

Eko menambahkan, akan mengumpulkan data jika ada unsur penipuan, atau mengaku-ngaku hak milik tanah tersebut, maka akan laporkan oknum tersebut.

Kepala Desa Pasir Putih Zainal Abidin melalui telephon selulernya menerangkan, sebelum dia jadi kepala desa, warung itu sudah ada mas, dan kepemilikan tanah tersebut yang saya tahu tanah negara (TN).(sun)

Oknum Kecamatan Situbondo